Jumat, 28 Januari 2011

Odyssey Raih Bintang Lima Tes oleh NHTSA

Odyssey Raih Bintang Lima Tes oleh NHTSA

AMERIKA, KOMPAS.com - Lembaga Keselamatan Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika melakukan pengujian (testing) terhandap kendaraan dengan metodologi baru yang lebih ketat dibanding dengan cara lama. Dari 50 kendaraan yang diuji, ditetapkan 11 yang layak mendapat bintang lima (five star).

Unsur-unsur yang diuji dari kendaraan, (lama) seperti tes tabrak (crash test), kategori tes (test category) dan overall. Kemudian ada rollover, struktur bodi Advanced Compatibility Engineering (ACE), dan ada lagi lainnya.

Cukup mengejutkan, dari 50 kendaraan itu Honda Odyssey produksi 2011 mengantongi bintang lima untuk tes tabrak, overall dan kategori. Sedang rollover mendapat bintang empat. Begitu juga di kategori ACE menuai hasil yang baik.

Menurut pihak NHTSA, ketika dilakukan pengujian (tes tabrak), Odyssey merata mendistribusikan energi kecelakaan di seluruh bagian depan. Sehingga, keselamatan penumpang (terutama bagian depan) sedikit terlindungi ketika terjadi kecelakaan hebat.

Sukses Odyssey dalam uji kelayakan oleh NHTSA setelah sebelumnya minivan ini meraih angka "Baik" dari Lembaga Asuransi Keselamatan jalan Raya. Kini, Odyssey tingga menunggu pengujian atap yang akan dilakukan oleh NHTSA.

Minggu, 23 Januari 2011

Empat Kesalahan Saat Membeli Mobil Bekas

Empat Kesalahan Saat Membeli Mobil Bekas

TEMPO Interaktif, Jakarta - Membeli mobil bekas sekilas mudah sekali dilakukan. Ada uang, mobil yang menjadi incaran telah tersedia dan harga cocok, mobil pun berpindah tangan.

Hanya, setelah mobil menjadi miliknya ternyata merongrong keuangan karena tiap pekan harus ke bengkel. Bahkan, mereka yang membelinya secara kredit merasa tekor saban bulannya.

Padahal sebelum akad jual beli disepakati, mereka dengan seksama telah mensurvei harga. Bahkan, tak jarang mereka membandingkan harga di dua hingga tiga tempat. Sehingga, harga yang mereka sepakati saat transaksi adalah harga yang terbaik.

Begitu pula dengan kondisi mesin dan berbagai komponen pendukung mobil. Mulai dari kondisi cat yang masih mulus tanpa cacat, kondisi mesin dan kinerjanya, hingga pernak-pernik panel telah dicoba. Hasilnya -- saat itu -- terlihat oke. Lantas apa yang salah?

"Ada empat kesalahan yang selama ini dilakukan oleh konsumen dan jarang sekali disadari. Intinya adalah memeriksa secara seksama, rinci, dan penuh kesabaran," kata Fatoni, seorang spesialis body repair, sebuah bengkel di kawasan Petukangan, Jakarta Selatan, Sabtu (22/1).

Ihwal empat kesalahan itu, Toni -- panggilan Fatoni- memerinci sebagai berikut:

1. Tidak mempelajari riwayat mobil
Acap kali orang hanya melihat ciri-ciri fisik yang ada dan kerap menjadi bualan para pedagang. Umumnya mereka terbuai dengan promosi yang bombastis dari pedagang mobil bekas yang selalu menyebut bodi tanpa cacat, cat masih mulus, dan perangkat pendukung masih orisinal.

Memang, tampilan fisik mulai dari cat hingga keaslian bodi penting diperhatikan. Namun, hal yang jauh lebih penting untuk dicermati adalah riwayat mesin. Pastikan bahwa pemilik lama mobil itu rajin merawat mulai dari ganti oli, filter, hingga mengganti komponen yang rusak.

"Untuk mengetahui hal ini, mintalah buku pegangan pemilik saat mobil masih dalam masa garansi dan setelahnya. Di buku tersebut minimal Anda tahu seperti apa perlakuan pemilik terhadap mobilnya," kata Toni.

Begitu pula, pastikan mobil yang akan Anda beli itu tidak pernah mengalami tabrakan hebat atau terendam banjir. Setelah itu baru telitilah komponen-komponennya, apakah masih menggunakan komponen asli dari pabrik. Bila telah ganti, pastikan komponen tersebut bukan komponen imitasi atau kualitas dua atau tiga.

Memang, untuk mengetahui apakah mobil tersebut bekas tabrakan dan terendam banjir lumayan sulit. Oleh karena itu, ajaklah teman yang paham kondisi fisik dan mesin mobil. Bila tidak ada teman atau saudara, mintalah mekanik tepercaya untuk melakukan tugas itu.

2. Melakukan test drive sekadarnya
Kesalahan yang juga sering dilakukan calon pembeli adalah hanya melakukan tes terhadap mobil yang akan dibeli sekadarnya saja. Entah karena enggan dengan penjual atau karena memang sudah kesengsem dengan mobil yang akan dibeli, umumnya calon pembeli merasa sreg meski hanya baru beberapa ratus meter mencoba mobil.

Padahal, kerusakan atau ketidakberesan mesin mobil belum akan terasa saat mobil dijalankan dalam beberapa ratus meter. Permasalahan di mesin atau komponen lain, baru akan terlihat saat mobil menempuh beberapa puluh kilometer.

Terlebih, tak jarang oknum pedagang nakal juga menyiasati kekurangan yang ada di mobil yang dijajakannya dengan servis ala kadarnya. Mereka, umumnya berprinsip, yang penting saat dicoba atau dalam beberapa bulan masalah di mobil itu tidak terlihat.

"Karena itu lakukan tes dengan mengendarai mobil sejauh mungkin. Lebih baik Anda berkorban mengganti bahan bakar mobil tersebut ketimbang menyesal kemudian. Lakukan di berbagai lintasan," kata Toni.

3. Menuruti emosi sesaat
Disadari atau tidak, pembeli sering kali hanya menuruti emosi sesaat. Mereka umumnya langsung menjatuhkan pilihan dan menyatakan oke saat tampilan mobil yang diincarnya bagus, dan sekilas kondisi mesinnya tidak bermasalah.

Tahanlah emosi dan berpikirlah dengan kepala dingin. Renungkan kembali, beberapa hal yang menjadi pertimbangan termasuk kondisi fisik dan mesin mobil meski telah mencobanya. "Ingat-ingat kembali apakah kondisi yang ada sesuai dengan kondisi yang seharusnya. Bila perlu diskusikan dengan teman, saudara, atau mekanik terpercaya yang Anda ajak," saran Toni.

Namun, Anda juga harus memiliki pengetahuan tentang seluk-beluk mobil. Meski pengetahuan itu minim, paling tidak akan membantu Anda, terutama di saat Anda mendiskusikannya dengan teman atau mekanik tersebut. Bacalah tabloid, majalah, atau situs yang memuat artikel otomotif.

4. Tidak memikirkan biaya perawatan
Kesalahan keempat berkaitan dengan ongkos perawatan dan besaran cicilan yang harus Anda bayar saban bulan (bagi yang membeli secara kredit). Hal itu sangat penting diingat. Pasalnya, membeli mobil bekas terkadang tak ubahnya membeli persoalan orang lain.

Terlebih bila mobil yang Anda beli juga mengalami masalah seperti yang disebut di nomor satu dan dua. Kerusakan seperti itu bisa terjadi di mobil bekas yang masih tergolong berusia muda sekali pun. "Apalagi bila mobil itu telah melebihi usia pakai standar, lima atau tujuh tahun. Saat itulah, merupakan waktu pengeluaran biaya bagi mobil karena kerusakan atau masalah mulai muncul di mobil," ujar Toni.

Bila Anda membelinya secara kredit, upayakan mengangsurnya dalam waktu yang lebih cepat atau tenor sependek mungkin. Pasalnya, dengan cara itu beban yang Anda tanggung saban bulan tidak akan berat jika terjadi kerusakan di mobil. Sehingga Anda pun terhindar dari kondisi yang serasa mengimpit.

Sabtu, 22 Januari 2011

Dua Cara paling Sederhana Menghemat BBM Mobil

Dua Cara paling Sederhana Menghemat BBM Mobil

TEMPO Interaktif, Jakarta - Rencana kebijakan pemerintah untuk membatasi penggunaan bahan bakar Premium untuk mobil kategori tertentu dan tren kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), telah membuat para pemilik mobil melakukan inovasi guna menghemat konsumsi BBM.

Mulai dari penggunaan alat penghemat BBM di tangki mobil, di mesin, hingga mengatur ulang Electronic Control Unit (ECU) telah dicoba. Namun, semua itu harga ditebus dengan ongkos mahal. Pasalnya, biaya untuk membeli komponen serta pemasangannya juga tidak murah.

“Selain itu, sebagus apapun mesin atau secanggih apapun teknologinya tetapi bila cara berkendaranya tidak benar, tidak akan banyak berarti. Konsumsi bahan bakar tetap boros,” tutur Budi Prakoso, instruktur safety and eco driving saat ditemui di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (20/1).

Berkendara yang benar, kata Budi, sejatinya tidak sulit dan serumit yang dibayangkan orang selama ini. “Kuncinya hanya satu, lakukan pergantian gigi transmisi dengan tepat,” kata dia.

Lantas bagaimana cara untuk mengganti yang tepat itu? Langkah lain apa saja yang harus diperhatikan selain cara itu? Berikut Budi berbagi tips untuk Anda:

1. Perhatikan putaran mesin (RPM)
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memperhatikan besaran putaran mesin per menit (Rotation Per Minute/RPM), tenaga yang dihasilkan oleh mesin, serta torsinya. Pabrikan mobil umumnya mencantumkan semua indikator tersebut di buku pedoman atau buku manual mobil.

Torsi dinyatakan dalam satuan Newton meter (Nm). Biasanya, pabrikan menyebutkan, misalnya torsi maksimal 150 Nm @ 2.500 RPM. Artinya torsi maksimum tersebut telah tercapai saat putaran mesin berada di 2.500 RPM.

Agar asupan bahan bakar ke ruang bakar mesin tidak melampui takaran atau boros maka sebaiknya menjaga RPM tetap di besaran itu saat berkendara. Pasalnya, pada saat itulah suplai BBM sangat sesuai dengan tenaga yang dihasilkan mesin untuk menggerakkan mobil.

Untuk mengetahui seberapa besar besaran rpm saat berkendara, perhatikan gerakkan jarum RPM yang ada di tachometer. Peranti itu biasanya berada di instrumen cluster dashboard.

2. Ikuti gaya elang terbang
Elang terbang biasanya mengepakkan sayapnya beberapa kali dan kemudian merentang sayap dan terus melayang-layang di udara. Selain untuk menghemat tenaga, cara itu juga untuk terus menjaga laju terbangnya.

“Dalam berkendara kita juga sebakinya seperti itu. Artinya jangan terus menerus menginjak gas dalam-dalam, tetapi seperlunya saja dan konstan,” tandas Budi.

Bahkan, bila jalanan menurun sebakinya lepaskan pedal gas dan injak pedal kopling. Sehingga, mobil tetap melaju meski tanpa dorongan dari tenaga dari mesin. Artinya, kita juga bisa berhemat bahan bakar.

Selasa, 18 Januari 2011

Honda All New Civic Masuk Indonesia 2012

Honda All New Civic Masuk Indonesia 2012

JAKARTA, KOMPAS.com — Model konsep Honda Civic Gen-9 yang muncul di ajang North American International Auto Show (NAIAS) 2011, yang sekarang masih berlangsung, menurut informasi yang didapat Kompas.com dari Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT Honda Prospect Motor (HPM), bakal masuk ke Indonesia.

"Untuk All New Civic, saya rasa masuk Indonesia mungkin 2012, tunggu setahun lagi," katanya ketika ditanya soal Civic baru. Dia menambahkan, saat ini lama usia (life cycle) sebuah model mobil, khususnya di segmen sedan, 5-6 tahun. "Setelah krisis (2008), life cycle-nya kembali diperpanjang. Padahal, sebelumnya sempat diperpendek jadi 4,5-5 tahun," paparnya.

Terkait dengan kemunculan Civic Gen-9 di NAIAS, Jonfis masih tutup mulut seperti apa produk untuk pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia. "Kalau bentuknya seperti apa, saya belum tahu, apakah seperti itu (Civic Gen-9). Masalahnya, Civic itu beda-beda bentuknya, tergantung dipasarkan ke kawasan mana," ungkap Jonfis.

Yang pasti, HPM akan memasarkan Jazz facelift tahun ini, diperkirakan kuartal kedua 2011, dengan desain seperti yang diluncurkan di Jepang pada 2010.

Kamis, 13 Januari 2011

Cara Gampang Membersihkan Injektor Mobil

Cara Gampang Membersihkan Injektor Mobil

TEMPO Interaktif, Jakarta - Apakah mesin mobil Anda sering sulit dinyalakan? Atau konsumsi bahan bakarnya lebih boros dibanding biasanya, dan suara menjadi kasar? Hati-hati, semua gejala itu merupakan tanda peranti injektor mobil bermasalah. “Injektor merupakan perangkat yang berfungsi untuk menyemburkan bahan bakar ke ruang bakar mesin,” tutur Kurniadi, spesialis injektor Rahmat Motor, Meruya Selatan, Jakarta Barat, Kamis (13/1).

Injektor yang bersisi solenoid untuk membuka tutup jarum dan digerakkan oleh elektromagnet tidak dapat mengirim pulsa ke sensor Electronic Control Unit (ECU) sesuai dengan takaran semestinya. Ukuran ketepatan campuran bahan bakar dan udara di ruang bakar dinyatakan dalam ukuran 1.0 atau Lambda 1.0. Ukuran itu bisa diketahui melalui stoichiometer. “Bila kurang dari itu, berarti proses pembakaran tidak sempurna,” terang Kurniadi.

Lantas apa saja permasalahan yang kerap terjadi di peranti itu? Bagaimana cara untuk memperbaikinya? Kurniadi berbagi tips untuk Anda.

1.Semburan bahan bakar lemah

Tidak kuatnya semburan bahan bakar dari injektor ke ruang bakar itu dikarenakan jarum injektor tersumbat kotoran. Partikel berukuran kecil yang menyumbat jarum itu, bisa berasal dari bahan bakar yang tempat penampungannya di Stasiun Pompa Bahan Bakar Umum (SPBU) kurang bersih. Bahkan, kotoran bisa berasal dari tangki bahan bakar di mobil yang mengalami korosi karena proses senyawa kimia saat tangki kosong dalam waktu cukup lama.

Ukuran partikel itu memang kecil, sekitar 10-30 mikron sehingga saringan bahan bakar kerpa tidak mampu menyaringnya. Meski sangat kecil, namun keberadaannya cukup mengganggu kinerja injektor, terlebih bila kotoran itu terus bertambah dari waktu ke waktu.

2.Injektor bocor

Kebocoran yang dimaksud disini adalah, jarum peranti itu tidak bisa menutup rapat setelah selesai menyemburkan bahan bakar. Akibatnya, bahan bakar masih menetes di ruang bakar. Walhasil, busi basah dan perhitungan Lambda tidak akurat, sehingga mesin sulit dinyalakan. “Satu hal yang perlu diketahui, semburan bahan bakar ke ruang bakar mesin oleh injektor itu berwujud kabut,” jelas Kurniadi.

3. Cara memperbaiki
Menurut Kurniadi, ada dua cara yang bisa dilakukan pemilik mobil untuk mengatasi persoalan ini.

a. Cara mempercepat putaran mesin
Cara ini cukup sederhana dan bisa Anda lakukan sendiri. Caranya, aktifkan mesin mobil. Setelah itu, injak pedal gas dalam-dalam hingga ke titik maksimal. Lakukan hingga empat atau lima kali dan setiap kali menginjak pedal gas sebaiknya ditahan 1-2 menit.

Kurniadi menyebut, di saat putaran mesin tinggi (sekitar 5.000 rpm), maka semburan bensin juga kuat. Pada saat itulah, kotoran di ruang bakar dan klep akan terdorong keluar. Namun bila cara ini tak mempan Anda boleh mencoba cara kedua, yaitu menggunakan cairan pembersih.

b. Menggunakan cairan pembersih
Pembersihan injektor dengan cara ini ada dua. Pertama, langsung di mobil. Kedua, injektor dilepas dan menggunakan ultrasonic.

Cara pertama, tangki diisi cairan pembersih (injector cleaner) untuk menghilangkan air, belerang, atau jamur yang mungkin ada di peranti itu. Cairan tersebut bisa Anda beli di toko onderdil mobil.

Cara kedua, injektor dilepas dan kemudian diuji dengan alat khusus ultrasonic. Alat tersebut untuk mengetahui debit bahan bakar, pola semburan bahan bakar, ada tidaknya kebocoran di jarum injektor. “Setelah hasil pengujian diketahui, kemudian dilakukan proses pembersihan,” kata Kurniadi. Biaya untuk pengujian dan pembersihan injektor itu diperkirakan mulai Rp 200 – 700 ribu.

Minggu, 09 Januari 2011

Lima Komponen Penting AC Mobil yang Wajib Dipahami

Lima Komponen Penting AC Mobil yang Wajib Dipahami

TEMPO Interaktif, Jakarta - Seorang teman bercerita pengalaman pahitnya saat peranti pendingin ruangan (AC) mobilnya bermasalah dan membawanya ke bengkel. Bukan persoalan penyakit di AC yang membuatnya kesal, tetapi justru perilaku oknum bengkel nakal yang mengelabuinya.

Dia mengaku memang awam soal AC, kendati telah memiliki kendaraan roda empat itu hampir lima tahun. Sehingga, meski yang rusak hanya dryer AC ia mengaku manut saja saat oknum nakal di bengkel itu menyarankan mengganti beberapa komponen.

Beberapa juta rupiah pun harus ia keluarkan dari dompet. "Setelah tanya ke teman yang paham, ternyata hanya dyer saja yang tersumbat. Ternyata komponen yang lain tidak bermasalah. Itulah yang membuat saya jengkel," kata dia.

Tentu Anda tidak ingin melakoni kisah pahit itu kan? Lantaran itulah memahami jenis komponen, fungsi, kemungkinan permasalahan yang timbul, serta cara mengatasinya adalah hal yang wajib.

"Memahami komponen dan beberapa masalah yang mungkin terjadi bukan hanya untuk antisipasi dikelabui oknum bengkel nakal, tetapi juga untuk merawat AC. Itu penting," tutur Sutio, spesialis AC Surya Technic, Kebon Nanas, Cikokol, Tangerang, Sabtu (8/1).

Menurut Sutio bila kerusakan di salah satu komponen AC tak segera diperbaiki maka kerusakan akan merembes ke komponen lain dan merata. Bila hal itu terjadi, maka bersiap-siaplah merogoh kantong Anda dalam-dalam, karena biaya yang dibutuhkan juga tak kecil.

Lantas apa saja yang harus dipahami? Berikut tips dari Sutio :

1. Kondensor
Komponen ini berfungsi untuk mengubah freon dari gas ke cair sekaligus mendinginkannya dibantu kipas mesin atau kipas elektrik plus udara dari depan saat mobil berjalan.

Untuk membersihkannya, semprotkan air dengan kencang di saat Anda mencuci mobil. Sebab kondensor biasanya banyak dihinggapi debu atau kotoran lainnya.

Bila kotoran atau debu itu dibiarkan dan mengeras bisa mengakibatkan karat atau keropos sehingga kondensor bocor.

Masih di bagian kondensor, jangan lupa untuk memastikan kipas berfungsi dengan baik. Peranti yang berada persis di depan kondensor itu sangat vital meski bentuknya sepele.

Pasalnya kipas yang tidak berfungsi akan menyebabkan tekanan panas yang tinggi. Akibatnya bisa meledak.

Permasalahan yang kerap muncul adalah kebocoran. Cara untuk mengatasi tambal dengan las aluminium atau ganti baru.

2. Kipas kondensor
Perangkat ini bertugas mengalirkan udara agar kondensor mampu mendinginkan refrigerant yang panas di dalamnya. Di beberapa mobil, kipas ini menyatu dengan kipas pendingin mesin.

Permasalahan yang kerap timbul adalah putaran kipas melemah. Satu di antara cara untuk mengatasinya, memeriksa sistem kelistrikan AC. Bila ternyata masih bagus berarti motor listriknya bermasalah. "Motor harus diganti," kata Sutio.

3. Kompresor
Sesuai dengan namanya, peranti ini berfungsi untuk memberi tekanan tinggi ke freon agar mengalir ke sistem AC.

Kerusakan yang biasa terjadi di kompresor adalah seal dan gasket yang yang mulai getas. Kerusakan lainnya adalah tekanan atau kompresinya yang lemah seiring dengan usia komponen.

Cara untuk mengatasinya, servis seal atau kompresor. Bila sudah rusak lebih baik ganti dengan komponen baru. Pasalnya, bila tidak diganti, kerusakan akan merembet ke komponen lain. Sebab sistem kerja AC tidak stabil sehingga komponen lain memiliki beban lebih berat dan rusak.

4. Dryer
Komponen ini merupakan saringan refrigerant yang berfungsi untuk menjaga kebersihan refrigerant dan tidak membuat komponen lain mampat. Biasanya komponen ini tersumbat.

Gejala kerusakan bisa dideteksi bila Freon tidak mengalir. Untuk mengetahuinya, lihat melalui kaca di bagian atas botol dryer atau pada saluran tekanan tinggi.
Cara untuk mengatasinya, ganti dengan dryer baru.

5. Evaporator
Peranti ini bertugas sebagai perantara refrigerant dengan udara. Dengan kata lain, evaporator berfungsi menghantarkan udara dingin ke dalam kabin. Bila evaporator kotor maka hembusan blower AC akan terhambat. Walhasil udara pun tak dingin.

Masalah yang kerap timbul adalah kebocoran. Cara untuk mengetahui kebocoran memang cukup rumit, Anda harus membongkar dan mengalirkan tekanan udara serta merendamnya di air. Bila timbul gelembung, berarti ada kebocoran.

Anda bisa meminta spesialis AC untuk menambalnya dengan las alumunium, atau menggantinya. Namun yang patut diingat harga peranti ini cukup mahal.
Itulah beberapa komponen terpenting dari AC dan cara kerja serta kemungkinan kerusakan yang terjadi.

Namun, masih banyak yang harus diperhatikan agar AC tidak rusak misalnya tidak terlambat mengisi Freon, membersihkan kisi-kisi AC, hingga membersihkan komponen yang ada.

"Satu hal lain yang juga patut diperhatikan adalah jangan merokok di dalam mobil, meskipun AC dimatikan dan jendela dibuka," wanti-wanti Sutio.

Pasalnya, abu rokok yang Anda hisap bisa saja beterbangan terbawa angin dan akhirnya hinggap di bagian evaporator. Selain abunya menyumbat, nikotinnya juga melekat di bagian AC sehingga menimbulkan aroma tak sedap.

Rabu, 05 Januari 2011

Honda Mobil Ukir Rekor Tertinggi

Honda Mobil Ukir Rekor Tertinggi

JAKARTA, KOMPAS.com — Penjualan Honda mobil selama 2010 mencapai 61.337 unit, melampaui target yang ditetapkan oleh PT Honda Prospect Motor (HPM) yaitu sebanyak 60.000 unit dan tercatat sebagai rekor tertinggi selama keberadaannya di Indonesia. Jumlah tersebut naik 55 persen dari tahun lalu 39.570 unit. "Penjualan Honda selama 2010 sangat baik ditambah dengan peluncuran beberapa produk baru," ungkap Jonfis Fandy, Marketing & Aftersales Service Director PT HPM, dalam rilisnya yang diterima Kompas.com, Rabu (5/1/2011).

Menutup 2010, Honda meraih total penjualan 5.159 unit dengan produk andalannya Jazz penyumbang terbanyak, yaitu 2.177 unit, naik 3,9 persen dari bulan sebelumnya (2.096 unit). Kontribusi terbesar kedua tetap dari SUV CR-V dengan 1.406 unit, tetapi tidak disebutkan kenaikannya.

Sementara prestasi hebat ditunjukkan oleh New Honda Freed yang pada Juli lalu mengalami facelift terjual 1.333 unit dan total selama 2010 mencapai 13.500 unit, hampir mendekati CR-V yang terniaga 16.961 unit. Teratas masih dipegang oleh Jazz dengan 22.758 unit.

Bagaimana dengan sedan dan MPV? All New Odyssey yang baru diluncurkan pada Mei 2010 mampu melampaui target 250 unit dengan pencapaian total 444 unit meski Desember lalu terjual 13 unit saja.

Di kelompok sedan, All New City paling tinggi penjualan di Desember dengan 123 unit, diikuti Civic 85 unit, dan Accord 22 unit. Sementara ekspor dengan negara tujuan Thailand dan Malaysia untuk Freed mencapai 3.900 unit.

Dari hasil yang diraih selama 2010, Jonfis menilai kalau produk andalannya Jazz dan yang lainnya, seperti Accord, Civic, dan City, tetap diminati oleh konsumen meskipun belum mengalami perubahan model.

Selasa, 04 Januari 2011

Enam Kesalahan Penyebab Biaya Operasional Mobil Boros

Enam Kesalahan Penyebab Biaya Operasional Mobil Boros

TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebagian besar orang berpendapat menggunakan mobil sebagai sarana transportasi untuk menunjang kegiatan sehari-hari , mulai dari pergi pulang ke tempat kerja, mengantar anak ke sekolah, berbelanja, berwisata dan lain-lain sangat membutuhkan ongkos yang besar. Kendati demikian, orang masih tetap saja menggunakan alat transportasi ini dengan alasan kenyamanan.

Namun, sejatinya, biaya operasional menggunakan mobil tidak akan sebesar yang dibelanjakan mana kala cara memperlakukan dan menggunakan mobil sesuai dengan kaidah.

“Selama ini orang tidak mempedulikan cara memperlakukan mobil dengan benar. Begitu pula saat mengemudikannya,” tutur Edi Sujatmiko, instruktur safety riding di salah satu Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) mobil di Jakarta, Selasa (4/1).

Jatmiko menyebut setidaknya ada enam kesalahan yang sering dilakukan orang sehingga menyebabkan membengkaknya biaya operasional mobil miliknya. Apa sajakah kesalahan itu? Berikut keenamnya :

1. Menggunakan Bahan Bakar Tidak Sesuai Anjuran

Ada dua kekeliruan yang kerap dilakukan seseorang saat mengisi bahan bakar mobil mereka yang tidak sesuai anjuran pabrikan. Pertama, bila produsen mobil telah menganjurkan agar mobil diisi dengan bahan bakar dengan kadar oktan (RON) dengan tingkatan tertentu, maka sesekali mengisinya dengan bahan bakar dengan tingkat RON lebih rendah dari itu.

“Selain menyebabkan boros karena proses pembakaran tidak sempurna, mesin juga cepat rusak. Sehingga dana yang harus dikeluarkan tidak sedikit. Sekali mesin rusak bersiaplah sering ke bengkel,” papar Jatmiko.

Begitu pula sebaliknya. Bila pabrikan menganjurkan mobil cukup menggunakan bahan bakar dengan RON rendah maka gunakanlah bahan bakar dengan spesifikasi tersebut.

Jangan menghamburkan uang dengan membeli bahan bakar RON tinggi, toh tidak ada pengaruhnya sama sekali terhadap kinerja mesin. Pasalnya, pabrikan telah menyesuaikan dan merancang karakter mesin mobil bersangkutan dengan bahan bakar dengan RON yang dianjurkan itu.

“Tetapi pilihlah bahan bakar yang kadar timbalnya rendah,” pesan Jatmiko.



2. Cara Mengemudi Tidak Sesuai Kaidah

Hampir setiap orang di Indonesia mengemudikan mobil tidak sesuai dengan kaidah, misalnya kerap menginjak pedal gas, terlampau sering mengerem, menggeber mobil dengan kecepatan yang tidak konstan, hingga cara menikung yang terlampau lebar melewati garis luar badan jalan.

Semua perilaku itu menyebabkan bensin boros. Perlu dicatat, saban kita menginjak pedal gas dengan tiba-tiba saat itulah semburan bahan bakar semakin deras. Begitu pun di saat sering mengerem dan menginjak pedal gas.


3. Malas Tune-up

Kesalahan lain yang juga kerap dilakukan adalah malas tune-up. Mengkondisikan semua komponen mesin siap untuk bekerja atau biasa disebut tune-up adalah wajib hukumnya.

Memang tidak harus saban akhir pekan atau bulan mobil dibawa ke bengkel, tetapi bisa dua atau tiga bulan sekali. Tujuannya agar semua komponen mesin berfungsi dengan baik. Sebab, bila satu di antara merek bermasalah dan tidak segera dibenahi akan merembet ke yang lain.

Selain itu, mesin yang tidak di tune up lebih boros 10 – 15 persen dibanding yang rajin tune up. Sekilas memang butuh tambahan biaya untuk tune up. Tetapi bila dihitung secara cermat akan terlihat, mobil yang rajin tune up pengeluaran ongkos operasionalnya jauh lebih murah.


4. Mengabaikan Tekanan Angin Ban

Kesalahan yang juga sering terjadi adalah, tidak mengindahkan tekanan angin sesuai anjuran produsen. Semakin berat ban karena tekanan anginnya kurang dari standar maka semakin besar tenaga yang harus disemburkan mesin untuk mendorong mobil.

“Makin besar tenaga berarti bahan bakar yang dibutuhkan juga makin banyak,” terang Jatmiko.


5. Membawa Barang di Roof-rack atau Roof-box

Menyimpan barang bawaan di atap mobil baik yang ditempatkan di roof rack maupun roof box akan mengurangi sifat aerodinamis mobil. Tumpukan barang atau keberadaan roof box akan menghadang angin. Walhasil, beban yang harus disangga mobil pun semakin berat.

Seiring dengan makin beratnya beban , maka tenaga yang dibutuhkan mesin untuk membawa mobil melaju juga semakin besar. Ingat, semakin besar tenaga yang dibutuhkan maka semakin besar pula bahan bakar yang dibutuhkan.


6. Terlalu Lama Memanaskan Mesin

Kebiasaan salah yang selama ini kita lakukan adalah memanaskan mesin mobil hingga berpuluh-puluh menit. Dalih yang biasa disodorkan antara lain, agar oli di mesin bisa mencair dan melumasi semua komponen, serta proses pembakaran di mesin lebih sempurna.

Mungkin, beberapa puluh tahun lalu cara seperti itu benar. Namun, saat ini hampir semua pabrikan telah merancang mobil produknya tidak membutuhkan proses pemanasan mesin berlama-lama. Cukup tiga hingga lima menit mobil sudah siap.

Sehingga, memanaskan mobil berlama-lama berarti membuang bahan bakar dengan percuma.