Minggu, 07 Agustus 2011

Sudah Siapkah Mobil Anda Di Modif

Alih-alih merespons kebutuhan pasar, pabrik mobil ternama di dunia-semacam HONDA, BMW, Ferarri, Mercedes menghadirkan mobil-mobil keluaran terbaru dalam kemasan yang kian sempurna dan beragam. Desain tampilan interior dan eksterior, teknologi mesin, dan fungsi fitur-fitur pelengkap menyempurnakan kenyamanan pengendaranya.

Namun, pada kenyataannya, banyak pembeli atau pemilik mobil tidak puas dengan penampilan dan fungsi kendaraannya. Para pemilik mobil tidak lagi hanya mengharapkan nilai fungsi kendaraan, tapi juga nilai estetika. Hasilnya, para pemilik mobil memilih 'merekayasa' mobil mereka agar fashionable dengan tampilan dan fungsi yang sesuai selera.

Untuk kebutuhan 'mendandani' ini, berbagai cara dilakukan, mulai dan mengganti spareparts, menambah aksesori, bahkan membuang bagian standar mobil tersebut. Tak heran jika pada akhirnya proses ini memakan banyak waktu dan biaya yang berlebihan.

Ya, modifikasi menjadi alternatif dalam menyiasati ketidaknyamanan serta memaksimalkan fungsi mobil. Modifikasi lahir sebagai trend gaya hidup. Selain itu, memberikan kesempatan penghobi rekayasa mobil mengekspresikan hasrat dan memberi nilai tambah. Terbukti, mobil-mobil built up memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibanding mobil dengan spesifikasi standar pabrik.

Tak tanggung-tanggung, semua sudut dan permukaan kendaraan menjadi sasaran 'rombak'. Body, mesin, suspensi, dan per termasuk bagian yang di-make up. Sekarang, pilihan ada pada pemilik kendaraan, mau modifikasi macam apa? Dari bentuk modifikasi sederhana hingga ekstrim, semua bisa dilakukan.


 

Sebagai contoh, tak puas dengan kondisi mesin standar mobil, pemilik mobil memodifikasi mesin mobilnya agar menghasilkan tambahan tenaga 25 - 100% dari tenaga standar. Tidak sebatas untuk meningkatkan kemampuan dan keandalan mesin, modifikasi kinerja mesin mobil ini biasanya untuk beraneka kebutuhan, seperti rally, racing, hingga sprint jarak pendek (drag race).

Untuk sasis mobil, biasanya para pemilik mobil memodifikasi sistem transmisi dan suspensi. Untuk transmisi, pengubahan yang ekstrem adalah dari bentuk standar ke bentuk close ratio (perbandingan setiap gigi dekat satu sama lain). Hal ini biasanya digunakan untuk rally yang membutuhkan perpindahan gigi tanpa mengurangi kecepatan tenaga mesin.

Dan, untuk suspensi, ada dua gaya mainstream yang kerap diterapkan, yaitu gaya 'jangkung' dan 'ceper' yang sempat booming pada 90-an. 'Rombak' yang sering dilakukan adalah cross joint as kopel dan gardan. Yang paling ekstrim adalah mengurangi ulir per keong atau per daun dipres rata.

Di samping gaya modifikasi yang ekstrim, ada pula gaya-gaya modifikasi yang bersifat orisinal dan nostalgic. Perubahan gaya modifikasi ini tidak lagi berkutat pada aksesori 'aneh' yang dipasang, melainkan seberapa mungkin aksesori asli dipasang pada mobil.

Jika bicara tentang gaya modifikasi nostalgia, mobil-mobil yang dijadikan 'bahan dasar' pun adalah mobil-mobil era lama yang sudah tidak diproduksi lagi oleh pabriknya. Sebut saja VW Golf produksi 1974 yang bentuknya dikembalikan pada gaya sport melalui pemasangan bumper depan, bumper samping (side skirt), sayap belakang, penahan lumpur, dan velg sport yang merupakan aksesori tambahan. Masih dalam gaya modifikasi ini, bumper aluminium terhitung sebagai aksesori penting yang diburu.

Bicara soal fungsi, ada pula gaya modifikasi yang berkembang dan tetap bertahan. Gaya modifikasi itu dikenal dengan 'elegan' atau 'VIP'. Pada dasarnya, dua gaya itu mengutamakan bentuk mobil yang minimalis dan manis untuk dilihat. Kebanyakan, terlihat 'ceper' dengan tambahan bumper, serta velg besar berikut ban tipis. Soal cat, dua gaya ini lebih mengutamakan warna standar hitam dan putih. Perbedaanya, istilah elegan lebih akrab dengan sedan-sedan Eropa seperti BMW dan Mercedes.

Sedangkan, 'VIP' merupakan istilah yang akrab dengan sedan-sedan Jepang berukuran besar, seperti Honda Accord, Honda Civic. Satu hal khas dan gaya VIP adalah pemasangan 'chamber kit' yang dapat membuat roda sedikit miring, seperti kaki polio-jika dilihat dari depan, bagian atas menjorok ke dalam dan bagian bawah terlihat ke luar. Namun, bagian ini bisa dibongkar-pasang sesuai keperluan.



Sejauh ini, gaya modifikasi masih terus berlanjut. Rasa bosan, boleh dibilang merupakan faktor utama lahirnya. Sejumlah modifikator sudah terlihat bosan dengan gaya extreme. Sementara itu, para pencetus gaya american style-termasuk gaya muscle car dengan mobil-mobil era 60-70-an bermesin V8-mulai bermunculan.

Layaknya trend pakaian, seiring perkembangan, trend gaya modifikasi mobil silih berganti setiap musim. Beberapa gaya modifikasi kini sudah ditinggalkan dan lahir gaya yang lain. Yup, menjamurnya bengkel modifikasi dan aksesori, peran media cetak-eletronik, club-club pehobi mobil modifikasi, hingga penyelenggaraan event-event kontes dan eksibisi semakin memberi peluang maraknya 'budaya' modifikasi mobil.

Yang harus dilakukan...

Modifikasi mobil memang hobi yang mahal. Spareparts, aksesori mobil-belum lagi yang original, pemasangan, dan perawatannya membutuhkan biaya tidak sedikit. Nah, supaya tidak kebablasan, berikut ini yang bisa Anda lakukan.
  • Usahakan untuk membeli spare parts atau aksesori asli agar tahan lama. 

  • Dalam setiap proses modifikasi, tidak perlu ragu-ragu untuk berkonsultasi dengan orang-orang yang berpengalaman dalam bidang modifikasi. 

  • Pilihlah bengkel-bengkel kosmetik atau face lift mobil yang terpercaya dengan tenaga-tenaga terampil.

  • Dalam memodifikasi, ada baiknya memperhatikan aspek fungsi, kenyamanan mobil, atau kondisi jalan agar tidak sebatas urusan tampilan semata.

  • Modifikasi mobil sebaiknya disesuaikan dengan fungsi kendaraan, untuk operasional sehari-hari atau untuk acara tertentu saja. 

  • Lakukan modifikasi secara bertahap untuk bisa menjaga kondisi kendaraan serta melihat efek sampingnya.

0 komentar

Posting Komentar