Sabtu, 17 Juli 2010

Merasakan Sensasi Honda CR-Z Hybrid


Merasakan Sensasi Honda CR-Z Hybrid

KOMPAS.com — Honda CR-Z berteknologi hibrida baru diluncurkan pada Februari lalu, eh tahunya sudah ada di Indonesia (khususnya Jakarta). Malah majalah Motor sudah melakukan first drive Honda CR-Z 2011 yang dibuat untuk mengenang masa kejayaan CR-X yang diproduksi 1983-1991.

Saat pintu dibuka, kesan futuristik dan sporty pada interior sangat kuat. Dari situ terlihat kalau posisi jok rendah. Inilah yang semua orang harapkan dari sebuah sportcar. Posisi pedal dan tuas persneling pun terasa pas dengan posisi mengemudi, seperti Integra DC5.

Dasbor diramaikan banyak panel instrumen serta tombol kontrol dan fungsi. Perlu sedikit adaptasi. Yang jelas, sensasi sport hybrid bisa dirasakan dengan memilih 3 mode karakter pengendaraan. Ada economy, normal, dan sport. Sebagai penandanya, dalam lingkar tachometer ada lampu hijau, biru, dan merah.

Mode pengendaraan itu bisa berefek pada respons throttle, respon setir, waktu idle-stop, dan tenaga yang dikeluarkan dari motor listrik. Karakter suspensi terasa cukup kaku, namun tidak sekaku Integra DC5. Hanya sedikit lebih keras dari Civic FD2.

Kendati bodi sporty dan futuristik, jangan berharap lebih dari tenaganya. Sebab, CR-Z memang mobil hibrida yang sumber tenaganya menggunakan mesin 1.500 cc 4-silinder inline, SOHC i-VTEC dengan Integrated Motor Assist (IMA).

Honda percaya, merancang dan melahirkan CR-Z adalah kombinasi yang tepat untuk para penyuka mobil smart premium style compact dengan isu lingkungan hidup. Sensasi CR-Z adalah sesuatu yang berbeda.

0 komentar

Posting Komentar