Senin, 21 November 2011

Tips Memilih Sebelum Membeli Mobil Daihatsu Sedan



Daihatsu Classy, plus: tarikan mantab,
kaki2 mantab, mudah mencapai 140 km/ jam walaupun cuma 1300 cc, spareparts
murah, minus: agak cengeng kena air, paling
sempit, kursi belakang lebih sempit
daripada Esteem dan Starlet, bensin
boros.




Langkah-langkah Pemeriksaan Mobil Bekas

Pertama kali,  usahakan untuk melihat dan memeriksa mobil yang akan dibeli di siang hari, agar cahaya matahari dapat membantu Anda dalam penilaian visual kendaraan.

Selanjutnya mulailah untuk memeriksa setiap bagian mobil & surat-menyuratnya.

1. Periksa Dokumen Kendaraan

Sebelum memeriksa kondisi kendaraan, sebaiknya periksa semua dokumen yg terkait untuk memastikan legalitas dan sejarah kendaraan tersebut. Periksalah dokumen berikut ini:
  • BPKB : Periksa data yg ada di BPKB serta sesuaikan dengan kondisi aktual (Nama Pemilik, No. Rangka, No. Mesin, Faktur, Warna Kendaraan, dll)
  • STNK : Periksa data yg ada di STNK serta sesuaikan dengan kondisi aktual (Nama Pemilik, No. Rangka, No. Mesin, Faktur, Warna Kendaraan, dll) 
  • Buku Service berkala : Periksa apakah mobil rajin servis berkala atau tidak dengan cara meihat buku catatan service berkala bila perlu beserta bon-bon-nya, setidaknya ini dapat membantu memastikan bahwa mobil dirawat oleh si pemilik. Cek pula apakah masa warranty masih berlaku atau tidak, setidaknya membantu apabila terjadi masalah.
2. Periksa Bodi Mobil.
Pemeriksaan Bodi Mobil meliputi :
  1. Metal - Semua part mobil yang terbuat dari logam biasanya bermasalah dengan karat. Periksa karat secara visual atau menggunakan magnet (tempel ke bodi). Apabila magnet menempel dengan baik artinya cat masih  bagus (dempul tipis). Sedangkan apabila magnet tidak menempel, berarti cat terlalu tebal (banyak dempul atau bisa jadi bodi sudah keropos). Pastikan bagian bodi yang ditempel magnet memang metal, bukan plastik (bumper, dll)




    Perhatikan bayangan pada bodi mobil  :
    bayangan garis yg tidak sempurna - ini menandakan ada kerusakan pada bodi mobil. 






         

    Perhatikan celah-celah di head lamp – terlihat perbedaan celah pada sisi kiri dan kanan – ini sebagai tanda-tanda pernah terjadi kecelakaan



    Warna tak sama (pintu depan lebih berkilau dibandingkan pintu belakang) – Pernah di cat ulang . 







  2. Karet - Periksa kondisi karet-karet pintu, karet wiper, karet shock breaker, dan sebagainya. Pastikan karet-karet tidak rusak/robek maupun bercelah. Apabila ada celah bisa membuat air masuk dan membuat karat serta merusak kelistrikan di bagian dalam pintu. 



    Ada celah yg tidak sama di sepanjang karet . 





    Untuk memeriksa karet wiper & washer nozzle, tekan tombol washer
    Nozzle dari dalam kabin (pastikan berfungsi) dan aktifkan wiper, seharusnya wiper blade dapat membersihakan air dengan sempurna dikaca depan. 
3. Periksa Ban.
Pemeriksaan Ban Meliputi :

  • Amati dan periksa apakah seluruh roda memakai merek ban yang sama (termasuk cadangan).
  • Periksa tapak bannya. Untuk ban baru khusus mobil penumpang, kedalaman tapak bannya berkisar 8 mm (hati-hati dengan ban dengan batikan ulang). Pastikan tapak ban di semua roda mobil sama, karena jika berbeda akan mempengaruhi keseimbangan mobil dan dapat menjadikan sistem suspensi bermasalah.
  • Pergantian diperlukan apabila ban benjol, Retak atau Gundul.
  • Periksa waktu produksi ban, ban yang baik tidak lebih dari 3 tahun waktu produksi.

         
    Ban Benjol                                                             Ban Botak Sebelah
 
4. Periksa Mesin.
  • Pastikan bahwa pergantian oli dilakukan secara berkala dengan cara melihat catatan servis berkala yang dilakukan pemilik.
  • Pastikan mesin mobil tidak terlihat ada kebocoran oli, tercium aroma oli terbakar di bawah kap mesin, adanya karat di ujung terminal baterai aki, oli bocor, dan semua hal yang menandakan minim perawatan.



    Mesin yang terawat terlihat tidak ada kebocoran oli-oli.


    Terlihat beda terminal aki yang bersih dan yang kotor. Teriminal aki yang kotor biasanya terdapat karat & Sedimen (kerak) 
  • Periksa kapasitas oli mesin dengan kondisi mesin mati. Cabut tongkat indikator oli. Bersihkan dan masukkan kembali, setelah itu tarik lagi. Periksa tingkat ketinggiannya. Normalnya ketinggian oli ada di antara tanda LOW dan FULL. Jika oli berada di level paling bawah dan terlihat sangat kotor (seperti pada gambar), bisa pertanda buruk. Pasalnya besar kemungkinan oli ikut masuk ke ruang pembakaran. Kemungkinan lainnya adalah oli jarang diganti pada waktu yang lama.

                        
    Posisi oli kurang dari batas indikator full       Posisi oli penuh pada batas indikator full

    Periksa kondisi oli, dan batas indikator oli (seharusnya oli pada posisi full pada batas indikator)
  • Periksa kualitas oli mesin dengan memegang oli dan pastikan apakah ada serpihan kotoran hitam yang menempel pada tongkat  indikator oli.
  • Periksa juga apakah ada kebocoran oli di ruang bakar. Untuk mengetahuinya periksa asap yg keluar dari knalpot. Jika berwarna biru mengindikasikan bahwa ada kebocoran oli di ruang bakar. Bila hitam
    menandakan ada bahan bakar yang terbakar dan ini berarti mobil lebih boros BBM.

5. Periksa Suspensi / Kaki-kaki.
Perhatikan postur tinggi mobil ketika diparkir di tempat rata. Jarak dari ban ke bodi harus sama, ban kiri depan dengan kanan depan, ban kiri belakang dengan kanan belakang (ban depan dan belakang tidak harus sama, biasanya jarak ban belakang ke bodi lebih besar dari yang depan).
  • Untuk memeriksa suspensi, tekan tiap bagian di ujung-ujung mobil (kanan depan, kiri depan, kanan belakang & kiri belakang). Apabila suspensi dalam keadaan baik, daya membalnya harus sama.


     
  • Jika memungkinkan cek suspensi di kolong mobil, perhatikan apakah ada tetesan/rembesan minyak pada suspensi, jika ada berarti suspensi sudah bocor dan membutuhkan perbaikan.  Pastikan pula karet penutup shock breaker tidak rusak agar kotoran yang dapat merusak shock breaker tidak dapat masuk







    Suspensi bocor  (ada rembesan oli).



      
  • Masuk ke ruang kemudi dan pastikan mesin mati. Coba putar stir ke kiri/kanan. Apakah terdapat celah oblakan (free-play) yang cukup besar? Jika ya, ada kemungkinan kondisi penghubung sistem steering ke roda sudah tidak baik.
6. Periksa Interior.
6.1.Plastik
Periksa kondisi dashboard, panel-panel dashboard seharusnya semuanya dalam keadaan tidak pecah dan dapat berfungsi (laci-laci dapat di buka)
6.2. Listrik
Cek fungsi dari semua kelistrikan yang bisa dioperasikan dari dalam kabin yaitu :
  • AC : Dingin pada posisi low maupun high
  • Tape & Sound system: Pergunakan CD disk atau kaset untuk memeriksa pakah tape & Sound system   berfungsi dengan baik.
  • Lampu-lampu : Pastikan semua lampu menyala (lampu di dalam kabin, head lamp, sign lamp, Reverse Lamp)
  • Spion : Periksa eletric mirror (spion elektrik) apabila menggunakan spion elektrik
Aktifkan seluruh fitur kelistrikan (AC, Tape, lampu, spion) secara bersamaan. Dengan begitu dapat diketahui kemampuan aki masih baik atau tidak. 
6.3. Jok
Periksa jok tidak robek, lembab karena banjir.
  • Manual : Tiap perpindahan gigi harus terasa mudah, lembut dan tidak keluar bunyi berisik. Kopling pun tidak slip pada saat perpindahan gigi.
  • Automatic : Tidak ada delay/jarak waktu dalam perpindahan gigi.    
    Normalnya ketika tuas dari posisi P (Park) dipindah ke R (Reverse/Mundur) sambil menginjak pedal rem, akan terasa hentakan namun tetap terasa lembut. Begitu pula jika tuas dikembalikan ke posisi N (Netral) dan dipindah ke D (Drive).
7. Periksa Transmisi.
  • Manual : Tiap perpindahan gigi harus terasa mudah, lembut dan tidak keluar bunyi berisik. Kopling pun tidak slip pada saat perpindahan gigi.
  • Automatic : Tidak ada delay/jarak waktu dalam perpindahan gigi.    
    Normalnya ketika tuas dari posisi P (Park) dipindah ke R (Reverse/Mundur) sambil menginjak pedal rem, akan terasa hentakan namun tetap terasa lembut. Begitu pula jika tuas dikembalikan ke posisi N (Netral) dan dipindah ke D (Drive).

0 komentar

Posting Komentar